Randhy Ichsan

Islam, Ekonomi, Indonesia

Oleh-oleh dari Singapore

Singapore adalah salah satu negara tersibuk di Asia dimana letak geografisnya menjadi tempat yang strategis untuk persinggahan (transit) komoditas ekspor-impor. Dengan berbagai peraturan yang ketat, Singapore dianggap berhasil menata pemerintahan dan tata kelola kota. Keberhasilan-keberhasilan Singapore dalam menata kota terlebih transportasi pun berhasil menarik minat investor untuk menanamkan modal pada negeri ini, beberapa merek ternama dunia tampak tak segan-segan datang untuk membuka salah satu cabang mereka di kota yang terkenal sebagai Fine City ini. Tak hanya itu, Singapore juga berhasil memanfaatkan berbagai potensi yang dimilikinya untuk mendatangkan turis berkunjung. Sebut saja sebuah pulau yang disulap menjadi pusat entertainment sekaligus resort yang dikenal dengan Resort World Sentosa, didalamnya terdapat Universal Studios Singapore, ini mengagumkan, pemerintah benar-benar fokus membangun negara ini.

Beberapa objek wisata yang patut dimasukkan dalam itinerary jika berkesempatan berkunjung ke Singapore antara lain adalah Merlion Park yang lokasinya berdekatan dengan Singapore River dan Marina Bay, lalu Orchard Road dimana disini merupakan lokasi mewah surga belanja merek branded dunia, jangan lupa sempatkan pula berkunjung ke Sentosa dan nikmati berbagai macam entertainment yang disuguhkan seperti Song of The Sea, Universal Studio, iFly Singapore, dan masih banyak lainnya.

Kira-kira kapan ya Indonesia setara dengan Singapore, seperti yang kita ketahui sebenarnya Indonesia memiliki kekayaan yang berlimpah dibanding dengan Singapore, ratusan objek wisata potensial yang mampu mendatangkan turis setiap tahunnya, intinya hanya satu, Singapore lebih fokus menata dan mengelola negaranya dibanding Indonesia. Disamping itu kesadaran individu di negara ini begitu tinggi, bagi mereka peraturan adalah sebuah kebutuhan dan mentaati peraturan adalah kebanggaan. Hampir tak tampak pelanggaran peraturan disini seperti menerobos lampu merah, merokok sembarangan, makan dan minum di MRT, dan lain sebagainya.

Oh ya, mengenai merokok, negara ini memang memberikan denda bagi siapa saja yang merokok disembarang tempat, tak tanggung-tanggung, denda yang dikenakan sebesar SGD 1000 atau sekitar 7.900.000. Bahkan rokok yang masuk ke negara ini pun sangat dibatasi sehingga di sepanjang jalan tak ada tampak orang yang sedang merokok. Tak seperti di Indonesia yang siapa saja bebas merokok yang dengan jelas asap hasil pembakaran rokok itu sangat merusak kesehatan yang dikenal sebagai perokok pasif. Akibatnya malah orang disekitar yang merokok yang lebih beresiko terkena berbagai macam penyakit.

Tapi ada suatu hal yang terbesit dalam benak, berarti moral aparat disana benar-benar baik, karena jika ada pelanggaran dan aparat menangkapnya, apakah tidak ada sogok menyogok seperti di Indonesia agar pelaku terlepas dari tuntutan hukum. Atau bagaimana sistem punishment disana saya juga belum mengerti, yang jelas di negara ini semua peraturan dilaksanakan dengan kesadaran dan sepenuh hati. Sekian dulu, sengaja tak saya simpulkan akhir dari tulisan ini agar pembaca dapat berpikir sejenak akan apa yang dapat kita pelajari dari Lion City ini, semoga para pembaca dapat menarik kesimpulan sendiri berdasarkan sudut pandangnya, yang jelas sekecil apapun itu, harapan masih ada, Indonesia akan menjadi lebih baik jika kita dengan penuh kesadaran “mencintai” negeri ini.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s