Randhy Ichsan

Islam, Ekonomi, Indonesia

Perihal Dosa Merokok

Rokok dan merokok, merupakan objek dan aktifitas yang lazim kita jumpai dalam keseharian. Setiap perokok bisa dipastikan tahu mengenai bahaya dan dampak merokok bagi kesehatan, namun karena dampak tersebut tidak terjadi langsung dalam artian tidak langsung terasa berbahaya bagi kesehatan mengakibatkan banyak yang mengabaikannya.

Kalau ditelusuri begitu banyak kerugian yang diakibatkan oleh aktifitas merokok, terlebih merokok ditempat umum, bahkan dosa besar pun siap menghampiri. Beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam rokok begitu membahayakan bagi kesehatan seperti NIKOTIN, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks. TAR, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. SIANIDA, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano. BENZENE, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna. CADMIUM, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif. METANOL (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol. ASETILENA, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana. AMONIA, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu. FORMALDEHIDA, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat. HIDROGEN SIANIDA, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida. ARSENIK, bahan yang terdapat dalam racun tikus. KARBON MONOKSIDA, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil.

Sungguh mengerikan zat yang terkandung dalam rokok. Namun tak ada yang peduli, bahkan seorang pecandu rokok dapat menghabiskan beberapa bungkus rokok dalam 1 hari, bayangkan berapa rupiah yang harus ia keluarkan untuk menyakiti dirinya sendiri? Itu baru dari sisi uang yang dikeluarkan, bagaimana dampaknya bagi kesehatan diri perokok? Sudah menjadi informasi umum dan sudah banyak contoh nyatanya bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Informasi dampak merokok pun sudah jelas bahkan tertera di kotak rokok itu sendiri, tapi sayangnya banyak yang menutup mata dan terus membayar mahal untuk penyakit yang akan dideritanya dimasa yang akan datang. Bukan kah ini terlihat lucu, disaat kebanyakan orang berlomba bergaya hidup sehat, justru perokok mengundang penyakit dengan membayar setiap undangan itu melalui batang rokok yang dihisapnya.

Tidak cukup sampai disitu, bagaimana dengan orang di sekitar yang tidak merokok namun harus merasakan dampak serius dari setiap asap rokok yang dihembuskan oleh perokok? Dalam hal ini biasa dikenal dengan perokok pasif. Menurut riset, bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif. Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesi (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan. Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.

Coba renungkan, ketika merokok kita mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli rokok yang jelas tak memiliki manfaat bagi tubuh, ketika dihisap, ratusan zat berbahaya masuk dalam tubuh dan siap mendatangkan penyakit dikemudian hari, ketika kita menghembuskan asap dari rokok yang kita hisap, ratusan racun paling berbahaya siap memenuhi paru-paru orang disekitar tempat kita merokok.

Coba bayangkan dosa yang diperoleh, dengan merokok jelas kita telah mengingkari nikmat kesehatan yang diberi Tuhan, nikmatnya telah kita tukar dengan penyakit yang sengaja kita undang, mari logika kan dalam diri, akan marahkah Tuhan pada kita ketika nikmat kasih sayangnya berupa kesehatan dengan sadar kita tukar dengan penyakit yang sengaja kita ciptakan?

Lantas, bagaimana mungkin Tuhan akan mempercayakan kita harta yang berlebih ketika harta yang telah Ia berikan malah kita hamburkan untuk sebuah konsumsi barang yang dapat merusak kesehatan dan jelas tidak bermanfaat. Ketika harta yang Ia berikan tidak kita manfaatkan untuk kebaikan, dosakah kita? Lalu berapa lagi dosa yang harus kita tanggung, ketika kita turut berpartisipasi dalam menyumbang berbagai penyakit pada orang disekeliling kita, orang yang terpaksa menghirup asap dari rokok yang kita hembuskan yang pada kenyataannya justru lebih berbahaya dari resiko yang akan diderita perokok aktif.

Tulisan ini saya akhiri dengan sebuah pesan dan harapan; sungguh bijak jika kita memutuskan untuk menghentikan kebiasaan merokok, jika belum dapat melakukannya, alangkah baiknya jika kita merokok ditempat yang jauh dari keramaian agar asapnya tidak membahayakan kesehatan orang lain, semoga bermanfaat.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s