Randhy Ichsan

Islam, Ekonomi, Indonesia

Dinamika Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)

Berdasarkan SK Mendiknas No. 179/U/2001 Pendidikan Profesi Akuntansi atau yang biasa disingkat dengan PPAk merupakan pendidikan tambahan pada pendidikan tinggi setelah program sarjana Ilmu Ekonomi pada program studi Akuntansi. Lulusan PPAk nantinya berhak menyandang sebutan profesi akuntansi yaitu Akuntan (Ak.) serta mendapatkan nomor register akuntan dari Departemen Keuangan Republik Indonesia.

Sebelum 31 Agustus 2004, gelar Akuntan (Ak.) langsung atau secara otomatis diberikan pada setiap lulusan S-1 Akuntansi dari Perguruan Tinggi Negeri tertentu atau Perguruan Tinggi Swasta terakreditasi dengan terlebih dahulu mengikuti dan lulus Ujian Negara Akuntansi (UNA). Kurikulum dan silabus yang diberikan pada PPAk hampir sebagian besar telah diberikan pada jenjang S-1, tapi pada PPAk lebih ditekankan pada aplikasi suatu konsep atau teori. Penyusunan kurikulum dan silabus ini dilakukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk matakuliah wajib dan pilihannya.

Gelar Akuntan (Ak.) dahulu merupakan persyaratan untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) untuk mendapatkan gelar Certified Public Accountant (CPA), tetapi sekarang gelar Ak. tidak lagi menjadi syarat, artinya setiap lulusan S-1 Akuntansi diperbolehkan mengikuti USAP.

Tamatan PPAk pun belum secara langsung menjadi anggota IAI, menurut informasi dari salah seorang dosen, masih ada serangkaian tes sebelum menjadi anggota IAI. Sedangkan jika diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), ijazah profesi tentu tidak diakui layaknya ijazah S-2, tamatan profesi (PPAk) tetap harus mulai dari golongan III A, yang artinya hanya diakui ijazah S-1 nya. Lantas apa benefit yang diperoleh selepas dari PPAk? Awalnya saya mengira masih banyak benefit yang dapat diperoleh melalui PPAk, salah satunya adalah daya saing dalam dunia kerja. Semoga saja memang demikian, berharap PPAk menjadi salah satu kunci untuk membuka gerbang pekerjaan yang saya impikan selama ini, ya, bekerja di Bank Indonesia, Aamiin Ya Robbal Aalamin. Alasan dominan yang ada di otak saya pada saat memutuskan untuk mendaftar PPAk adalah karena ilmu akuntansi yang saya dapatkan selama kuliah di S-1 mesti di upgrade karena semenjak awal tahun 2012, Indonesia mulai melakukan konvergensi pada standar pelaporan dan pencatatan akuntansi, yaitu beradaptasi pada International Financial Reporting Standard (IFRS), dimana semasa kuliah tidak saya dapatkan berhubung kala itu belum diterapkannya IFRS di Indonesia. Memang sebenarnya tak teralu banyak yang berubah, namun belajar sendiri di rumah tentu terasa lebih melelahkan dan membosankan.

Bagaimana pun juga tentu tetap harus kita kritisi jika memang benefit utama dalam bidang akuntansi tidak ada dari segi persyaratan USAP dan golongan PNS. Jika memang tidak ada benefit khusus yang mampu diberikan oleh pemerintah pada tamatan PPAk, mengapa program ini masih terus dijalankan. Bahkan saat ini saya merasa program ini sedang dijalankan dengan setengah hati.

Padahal seperti yang kita ketahui, peran Akuntan sangat strategis dalam sebuah bisnis, lembaga pemerintahan bahkan organisasi sosial sekalipun. Akuntan berperan dalam hal pemberian jasa attestation (pengesahan), audit atau jasa assurance. Lantas mengapa seolah PPAk “ditelantarkan” tak seperti pendidikan profesi lainnya. Ntahlah. Semoga pemerintah segera memberikan “keistimewaan” khusus pada tamatan PPAk, kalau memang tidak ada, mungkin mending dihentikan saja.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s