Randhy Ichsan

Islam, Ekonomi, Indonesia

Sepenggal Harap, Nasehat dan Doa

Boleh saja saat ini kau membenci ketidakadilan hukum di negeri ini, boleh saja saat ini kau bersedih akan bobroknya budaya organisasi pada bangsa ini. Boleh saja kau bermuram hati karena maraknya kasus korupsi, boleh saja kau berduka karena rusaknya moralitas generasi muda sekarang.

Boleh saja kau jengah akan kondisi bangsa, tapi jangan lah berputus asa dan pesimis. Jika ucapan dan perbuatanmu tak mampu membawa perubahan pada bangsa. Masih ada cara sederhana yang dapat kita lakukan, hal sederhana yang bisa kita mulai dari diri sendiri. Mari memulainya dengan memperbaiki moral diri, gantungkan hati pada pemiliknya yaitu Sang Maha Kuasa, tak lupa tentunya tanamkan rasa takut akan azabNya. Hal sederhana ini jelas bukan sebuah perkara mudah untuk diaplikasikan, tapi itu lebih pantas dilakukan ketika kita merasa tak berdaya dihadapan bobroknya moralitas bangsa. Bukankah Tuhan takkan merubah keadaan suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang melakukan perubahan padanya.

Wahai Sang Penguasa Hati, jika kau mengizinkan aku menjadi salah satu pemimpin bangsa, maka pastikan terlebih dahulu aku pantas mengemban amanah dariMu. Pastikan hatiku kuat menahan godaan dari buruknya budaya organisasi dalam menjalankan pemerintahan saat ini. Jangan sampaikan aku amanahMu jika menurutMu aku tak mampu mengembannya, berikanlah kepemimpinan bangsa pada orang-orang yang benar-benar ikhlas berkorban demi bangsa. Bukan jabatan dan kekuasaan yang aku inginkan Tuhan, bukan pula harta yang menjadi tujuan. Batinku sadar bahwa hanya sehelai kain yang akan kubawa ketika Engkau memanggilku. MalaikatMu pun tak kan menanyakan seberapa banyak harta yang mampu aku kumpulkan. Aku hanya berharap bangsa ini dapat menjadi bangsa yang bijak mengelola sumber daya yang dimilikinya, bangsa yang mandiri, bangsa yang siap bersaing secara global, bangsa yang kuat dan tegas ketika menghadapi ancaman kedaulatan. Aku tahu Engkau tidak sedang berpaling dari kami, maka hidayahkan lah slalu para pemimpin kami saat ini, tuntun kami demi kebaikan bangsa.

Jadikanlah kami orang yang selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Umar bin Khattab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal, setegar Khalid bin Walid Radiallahu’anhum, Aamiin Ya Rabbal’alamin.

Terinspirasi dari film Habibie dan Ainun; serta acara Indonesia Emas di TVRI yang tayang pada 7 Februari 2013

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s