Randhy Ichsan

Islam, Ekonomi, Indonesia

Rutin Menulis Itu Ternyata Tidak Gampang

Sudah saya niatkan tahun ini saya akan rutin menulis dalam blog pribadi ini. Salah seorang guru saya mengatakan, rutin lah menuangkan gagasanmu dalam bentuk tulisan agar gagasan itu tidak hilang terlupakan oleh waktu, apalagi dalam zaman canggih saat ini semua serba computerize dan terkoneksi dengan internet, arsip tulisan akan semakin gampang disimpan dalam bentuk digital.Akan tetapi ternyata membiasakan rutin menulis itu tidak lah gampang bagi saya yang masih dibawah level amatir ini dalam menulis, ide untuk menulis seringkali menjadi kendala utama. Saya pun mencoba mengakalinya dengan banyak membaca untuk mendapatkan ide dan konsep, tapi tetap saja saya belum dapat menulis dengan baik. Saya bukan seorang wartawan yang mampu menulis dan menceritakan berita dengan ramuan khasnya. Bukan pula seorang novelis yang dapat membawa pembacanya hanyut terbawa emosi dari novel yang dibacanya. Juga bukan tipikal orang yang dengan gampang mengungkapkan gagasan, saya terkadang masih cukup pemalu untuk itu.

Tapi yang saya sadari adalah, ini hanya bagian dari proses, menjadi sukses tidak dilakukan dengan membalikkan telapak tangan, melainkan butuh usaha dan kerja keras, seekor kupu-kupu pun harus melalui tahap menjadi ulat terlebih dahulu sebelum dapat terbang dan memiliki tubuh yang indah. Doakan saja, semoga saya dapat menulis dengan rutin dan menebarkan manfaat sebanyak-banyaknya melalui tulisan-tulisan ini. Melalui tulisan, saya berharap tak hanya sekedar menjadi lilin yang bersinar menerangi sekelilingnya saja, melainkan lebih dari itu yaitu menyinari dalam lingkup yang lebih besar, seperti lampu jalan yang menyinari pengguna jalan agar tetap di jalurnya di saat gelap datang, seperti matahari yang menyinari bumi dan menjadi penunjang kehidupan manusia. Baginda Rasulullah bersabda dalam hadist indah yang diriwayatkan oleh Muslim, “Menyuruh seseorang kepada kebaikan adalah sedekah, melarangnya dari kemungkaran adalah sedekah”. Jika tulisan saya bisa menginspirasi pembacanya, maka tentu saja nilai ibadah menjadi penambah catatan pahala saya.

“menulislah dengan hati, kemudian perbaiki dengan akal – pepatah

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s