Randhy Ichsan

Islam, Ekonomi, Indonesia

Pentingnya Komunikasi Mengenai Seks

sumber: telegraph.co.uk

sumber: telegraph.co.uk

Banyak lapisan masyarakat yang masih menganggap tabu urusan seks, hal ini dikarenakan seks menyangkut masalah yang sangat pribadi, intim, sensitif, vulgar, dan cabul. Di Indonesia sendiri, selain edukasi seks yang masih minim, masih banyak masyarakat yang malah beranggapan bahwa edukasi seks hanya akan mendatangkan syahwat. Ada kalanya seks tak perlu dianggap tabu mengingat urusan seks berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi, hanya saja pembicaran mengenai urusan seks harus dibatasi agar tidak teralu vulgar hingga mendatangkan syahwat atau meningkatkan libido yang tidak seharusnya.

Edukasi mengenai seks juga harus diberikan kepada anak terlebih remaja dengan membatasi pada hal wajar yang sesuai dengan umurnya, salah satunya adalah dengan cara memperkenalkan alat kelaminnya, memberitahukan bahwa alat kelamin merupakan organ vital, memberitahu pentingnya menjaga kebersihan alat kelamin, serta menjaga alat kelaminnya untuk tetap tertutup dan tak “tersentuh” siapapun.

Sex Education sangat penting untuk remaja yang baru mengalami puberitas dimana libido mereka sedang memuncak sehingga keingintahuan mereka mengenai seks pun ikut meningkat. Untuk itu orangtua penting mengontrol rasa ingin tahu remajanya, salah satunya memenuhi rasa ingin tahunya dengan sex education tersebut. Remaja penting untuk diingatkan mengenai bahaya seks bebas yang dapat mengakibatkan kehamilan diluar nikah dan penyakit seksual menular. Untuk urusan seks memang harus disertai dan didasarkan dengan pemahaman agama, sehingga remaja mampu menahan dan mengontrol libidonya yang sedang memuncak. Anak dan remaja perlu mendapatkan pemahaman yang tepat agar mereka paham bagaimana mengatakan tidak dan menolak untuk melakukan seks bebas diluar nikah.

Sex education tidak hanya penting bagi anak atau remaja, tapi juga pasangan yang telah menikah mengingat bahwa sex education berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi, selain itu sex education bagi pasangan yang telah menikah diperlukan untuk menambah variasi dalam bercinta yang pada akhirnya akan berdampak pada keharmonisan rumah tangga.

Zoya Amirin, M.Psi, psikolog seksual dalam sebuah acara live streaming bertema Blogger Bicara Seks oleh BlogDetik mengatakan bahwa orang yang menganggap seks itu tabu adalah bahaya laten. AIDS masuk ke Indonesia pada tahun 1998. Banyak orang yang tidak percaya penyakit tersebut bisa masuk ke sini karena Indonesia adalah negara religius. Akhirnya penanganan AIDS kurang optimal.

Kurangnya edukasi seks juga berdampak pada masyarakat yang terjebak pada mitos yang tidak benar, seperti mengenai “darah perawan”, dimana istri dianggap sudah tidak perawan jika tidak ada darah perawan saat pasangan suami-istri tersebut pertama kali berhubungan seksual. Padahal ada hal lain yang dapat menyebabkan mengapa tidak ada darah perawan pada sang istri yaitu robeknya selaput dara bukan karena hubungan seksual, hal ini tidak akan saya bahas lebih jauh karena bukan bidang saya, untuk informasi lebih jauh dapat dikonsultasikan pada dokter genokologi (ahli kandungan). Mitos lainnya adalah laki-laki yang percaya bahwa ukuran alat vitalnya berpengaruh terhadap bisa tidaknya ia “memuaskan” pasangannya, padahal hal tersebut sangat tidak benar.

Di Indonesia sendiri ada sebuah entitas pemerintah yang bertugas melakukan edukasi mengenai seks kepada remaja dan dewasa khususnya pasangan suami istri, entitas tersebut adalah BKKBN atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. BKKBN rutin melakukan edukasi seks pada masyarakat melalui rangkaian programnya, selain itu BKKBN bertugas untuk menjaga laju pertumbuhan penduduk dengan sesuai dengan namanya yaitu Keluarga Berencana, sehingga diharapkan masyarakat Indonesia nantinya akan lebih sejahtera dengan perencanaan diawal. Untuk informasi selanjutnya mengenai BKKBN dan programnya dapat langsung mendatangi kantor perwakilannya disetiap daerah atau dengan membuka halaman webnya langsung. Sekian, semoga bermanfaat.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s