Randhy Ichsan

Islam, Ekonomi, Indonesia

Cinta dan Sayang

Pernahkah kalian merasa pernah menyukai seseorang, kemudian tiba-tiba hilang begitu saja karena salah satu sikapnya yang tidak kalian sukai?

Atau kalian pernah merasa menyukai seseorang tapi kalian takut mengungkapkannya karena takut ia tidak punya perasaan yang sama, dan akhirnya memilih tak pernah mengungkapkannya?

Atau pernahkah ketika kalian menyukai seseorang, belum sempat mengungkapkannya, tapi seseorang itu keburu menjauh karena terlanjur “mencium” perasaan kalian?

Banyak kisah yang berkaitan dengan percintaan dan kasih sayang. Dan beruntung lah kalian yang menyukai seseorang dan berkesempatan mengenalnya untuk menuju ke jenjang pernikahan karena ia juga memiliki perasaan yang sama. Ya, kita adalah makhluk Tuhan bernama manusia yang diberikan rasa cinta dan sayang. Dengan rasa cinta dan sayang Tuhan memberikan kita kesempatan untuk membentuk sebuah keluarga, melahirkan dan mendidik generasi penerus. Kadang kita hanya peka pada rasa cinta dan sayang yang hadir ketika sepasang kekasih memadu kasih, padahal kita hidup dikelilingi oleh rasa cinta, yang paling dekat adalah keluarga. Lebih luas rasa cinta dan sayang harus mampu kita hadirkan pada sesama, dengan rasa cinta dan sayang tak akan ada tindak kejahatan di muka bumi ini, pasti. Logikanya bagaimana mungkin kita melakukan kejahatan pada orang yang kita sayangi. Selanjutnya adalah cinta pada lingkungan dimana lingkungan adalah tempat kita beraktivitas dan berinteraksi, dengan kecintaan akan lingkungan, mungkin tak kan ada kerusakan ekosistem dsbnya.

Hmm, apalagi ya, segitu dulu aja deh tulisan saya kali ini, maaf kalo ada ketidakcocokan disana sini, ini terjadi karena otak jadi ikutan demam setelah beberapa hari diberi Allah nikmat sakit, hehe. Semoga masih ada hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik, rasa cinta tumbuh tanpa ada yang bisa mengaturnya, cinta adalah salah satu pensil warna yang digunakan Tuhan untuk mewarnai hidup kita didunia, tapi jangan sampai cinta pada pasangan (pacar) mengalahkan cinta sejati yang secara hakiki telah ada di diri setiap insan, yaitu cinta pada Tuhan, Rasul, dan orangtua.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s