Randhy Ichsan

Islam, Ekonomi, Indonesia

Belajar dari Sakit

Setiap kita pasti tak ada yang menginginkan sakit, ketika sakit badan terasa sangat lemah dan tak jarang karna sakit kita jadi tergantung dengan bantuan orang untuk merawat kita. Belum biaya pengobatan yang tidak murah dan aktivitas yang terpaksa terhenti karena badan terasa sakit, semakin menjadikan alasan bahwa tak ada yang menginginkan badannya sakit, meskipun itu hanya flu dan sakit kepala.

Ketika sakit kita belajar dan menyadari akan nikmat sehat yang mana semasa sehat terkadang tak kita syukuri, dengan menjaga pola hidup sehat (makan sehat dan berolahraga) salah satunya, tapi ternyata sakit tak mesti datang tanpa ada alasan, mendadak terpeleset dan jatuh misalnya, yah mungkin akal fikiran manusia seperti kita saja yang dangkal mengartikan tanpa ada alasan, toh pasti ada penyebab sebelum ada akibat. Setelah badan terasa sakit barulah seringkali penyesalan datang, memang penyesalan datang belakangan.

Sakit yang menimpa seringkali membuat hati menjadi semakin lemah, sakit berkepanjangan maupun sakit berat membuat hati semakin bersedih, sebagian dari kita pasti pernah mengalaminya. Namun jangan lah bersedih hingga berputus asa terhadap rahmat dan nikmat Allah, Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda: Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit atau sejenisnya melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya (HR. Bukhari Muslim). Hadist ini dapat menjadi salah satu alasan bahwa Allah tak pernah meninggalkan kita sedetik pun, Maha Besar Allah yang Maha Pemaaf, bahkan ketika dosa menyelimuti diri, Ia selalu memberikan maaf dan membuka pintu tobatNya, Ia mendatangkan sakit bukan untuk menyiksa makhlukNya, melainkan memberikan pelajaran untuk mengingati akan syukur dengan hidup sehat, dan yang lebih utama Allah menggugurkan dosa kita ketika sakit datang, Allah Maha Besar, bukan Ia yang membutuhkan kita beriman padaNya, tapi jiwa kita lah yang membutuhkan iman agar selamat menjalani hidup di dunia.

Pada dasarnya sakit merupakan bagian dari ujian. Rasulullah bersabda: Ujian (bencana) senantiasa menimpa umat muslim pada dirinya, anaknya, hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya (HR Tirmidzi, Ahmad, Al Hakim, Ibnu Hibban).

Sebagai manusia yang seringkali lebih banyak di selimuti nafsu buruk, saat bersedih terkadang kita lupa bagaimana Allah menjanjikan kebaikan dalam sakit, kesedihan tetap lah kesedihan, malah tak jarang berujung memaki dan menyalahkan Allah ketika sakit tak kunjung sembuh, mari beristighfar semoga kita diampuni jika itu pernah terjadi pada diri kita. Maka ketika ada kerabat, sahabat, dan teman yang sedang menderita sakit alangkah baiknya jika kita memberikan semangat dan support padanya, ingati ia akan rahmat Allah yang sangat dekat, ingati ia untuk terus bersabar dan beristighfar memohon ampunan, tak lupa iringi ia selalu dengan doa, kunjungi ia agar hatinya terhibur. Semoga Allah tak menguji dan mendatangkan sakit yang parah pada kita karna kita tetap lah manusia yang takut akan sakit dan kematian. Mari saling mengingatkan untuk tetap bersyukur, dan menyadari bahwa tubuh adalah amanah yang harus di rawat. Tak lupa semoga Allah segera menyembuhkan kerabat, teman, dan sahabat kita yang sedang sakit, serta melimpahkan ia dengan kesabaran dalam berjuang melawan penyakitnya, Aamiin.🙂

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s