Randhy Ichsan

Islam, Economy, Auditing, Indonesia

Husband’s Diary – Day 43


5.36 AM

Kembali mimpi buruk datang menghampiriku, masih tentangmu, bukan karena aku berpikiran negatif tentang kamu. Sungguh aku mencemaskan auratmu istriku, takut terumbarnya auratmu pada pria yang bukan mahrammu. Dan aku akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah nanti di akhirat, “mengapa kau biarkan aurat istrimu tampak oleh pria yang bukan mahramnya”, aku harus jawab apa nanti sayang 😦 Jika harus menjawab, bahkan sebenarnya lekuk tubuhmu tampak dan dipandang oleh pria lain saja aku sangat tidak rela meski dibalut pakaian tertutup. Istriku, bantulah aku untuk mempertanggungjawabkan amanahNya. Dengarkan dan turuti semua omonganku yang baik, izinkan aku menjadi imam untukmu, aku telah berjanji dalam akad untuk menjadi imam yang baik untukmu. Aku tidak akan menjerumuskanmu, aku tidak akan tega melarang melainkan itu untuk kebaikanmu semata, percayalah sayang, bukan kebebasan yang ingin aku batasi, tapi menjagamu adalah prioritasku. Sayang, cukuplah aku pria yang ada dalam hidupmu, cukuplah pujianku yang engkau butuhkan, cukuplah kebahagianku yang menjadi tujuanmu berhias. Semoga Allah meridhoimu, membangunkan rumah di surga atas pengorbananmu dalam perjuangan rumah tangga kita, jangan pernah menyerah istriku, meskipun saat ini aku belum bisa menghadirkan kenyamanan dan fasilitas duniawi, insya Allah aku pasti berjuang menafkahi dengan nafkah terbaik yang bisa aku berikan. 

10.41 AM

Tadi pagi aku ikut jalan santai dalam rangka HUT Corporate sayang, sempat hujan lebat waktu pengundian doorprize, sayangnya seperti biasa aku masih belum beruntung 😦 Apa kegiatanmu hari ini honey? Sudah tidak sabar rasanya ingin bertemu. Kamu tau sayang, ini berat buatku, berjauhan dengan kamu, melihat orang bersama pasangan dan anak mereka sedangkan aku hanya sendiri. Istriku, aku tidak tahu sampai kapan harus bergini, begitu banyak resiko yang sedang kita pertaruhkan, jujur aku takut. Untuk saat ini pahamilah satu hal istriku, aku teramat sangat mencintaimu. 

1.37 PM

Kekasihku betapa aku merindukan kehadiranmu, teramat sangat merindukanmu, rindu mendengar ceritamu, butuh kabar darimu, butuh tau kondisimu, aku bisa gila kalau begini terus 😦 aku gak kuat 😦 terlebih jika seandainya setelah ini kamu malah berubah 180 derajat akibat dari pelatihan dan tuntutan pekerjaan. Sudah banyak pikiran negatif dan ketakutan-ketakutan lainnya yang ada dalam benakku, cukup sudah cukup begini, aku bisa gila 😦 aku butuh istriku Tuhan 😦
3.58 PM

Kerinduan ini begitu menyiksa kekasihku, kerinduan ini membuka pintu lebar syetan untuk membisikan pikiran dan prasangka buruk. Sungguh aku takut kehilangan cintamu kasihku 😦 Setiap saat aku memanjatkan doa kepada Allah atas 3 hal, Pertama rezeki yang lebih baik agar cukuplah aku seorang yang mencari nafkah dan kamu mengurus rumah tangga dan bisnis,agar cukuplah kamu dirumah mengatur segalanya karena kamu adalah aurat. Kedua aku berdoa agar segera dikumpulkan bersama karena kerinduan akan kehadiranmu susah untuk aku bendung, keirian melihat pasangan lain tertawa bersama saling menatap dan bersenda gurau sungguh cobaan yang memilukan. Ketiga aku berdoa agar kita segera dipercayakan keturunan yang sholeh dan sholehah. Semoga Allah mengabulkan doaku. Semoga Allah memberikan perlindungan dan penjagaan atas iman, kehormatan, dan kesucian kita berdua, Aamiin YRA. 

8.53 PM

Aku lagi di rumah papa sayang, papa sendirian, mama di Jakarta sejak seminggu yang lalu. Aku kangen banget sama kamu 😦 Bisa gila kalau aku cuma sendirian di kamar memikirkan kamu, tapi kapan aja ingatan tentang kamu siap masuk dalam ingatan. 

10.04 PM

Alhamdulillah sudah ada kabar dari kamu sayang, awalnya aku kaget kenapa ada misscall dari no telpon kamu, aku sampe cemas takut ada kenapa-kenapa karena kegiatanmu seharusnya belum selesai, tapi Alhamdulillah meskipun aku sedih dengar suaramu yang lagi batuk parah, terima kasih ya Allah, jaga dan lindungi kekasihku selalu dari segala marabahaya dan fitnah, Aamiin YRA

Advertisements

Husband’s Diary – Day 42


6.37 PM

Istriku, maaf aku berbicara begini, inilah kegundahan dan ketakutan yang dibisikkan oleh setan untuk menimbulkan rasa waswas dan fitnah. Istriku, jika selama tidak berkomunikasi denganku atau selama ini ada pria lain yang membuat dadamu bergetar, membuat hatimu memuji, mulai saat ini lupakanlah sayang, katakan sejujurnya padaku siapa orangnya dan apa kelebihannya dibandingkan aku yang telah halal untukmu, aku berjanji akan berubah menjadi lebih baik darinya, akan aku tiru semua sifatnya agar kau hanya melirik kepadaku seorang. Kekasihku, jika selama ini masih ada pria yang dekat dan masih intens berkomunikasi denganmu, mulai saat ini hentikan sayang, cukuplah aku seorang tempatmu berbagi, ceritakan padaku apa saja kelebihannya sehingga kau masih berbagi cerita dengannya, akan aku luangkan waktuku untuk mendengarkan ceritamu, keluh kesahmu, gurauanmu. Istriku, aku tahu mungkin kalaupun ada pria lain yang masih akrab denganmu bukanlah maksudmu untuk menyakitiku, percayalah sayang, aku adalah suami yang pencemburu dan sangat ingin menjaga rumah tangga ini, aku sangat mencintaimu dan sedikit saja kedekatanmu dengan pria lain dapat dengan mudah membuatku jatuh dan terpuruk ke dasar. Istriku, kau adalah bidadari yang Allah titipkan untukku jadi aku harus memastikan untuk membawamu kembali ke surga. Istriku, aku berjanji akan menjadi pria terbaik dalam hidupmu sehingga tidak akan pernah lagi sedikitpun kau memuji pria lain. Istriku, jagalah kehormatanmu, jagalah kesucianmu, tak perlu kau rusak kehormatan dan kesucianmu dengan perilaku tidak baik, jika kau telah bosan denganku, cukup katakan sejujurnya 😦 aku mencintaimu, maafkan aku yang masih belum baik menjadi imammu. 

Husband’s Diary – Day 41


8.24 AM

Lagi-lagi aku bermimpi buruk tentangmu. Poliandri. Ini mimpi tergila yang pernah aku alami. Aku jadi suami kedua dan menikahi kamu yang didalam mimpiku sudah menikah beberapa bulan sebelum menikah denganku. Di mimpi itu aku sama sekali tidak menolak walaupun tahu kamu sudah menikah, aku kenal suamimu dan kita berteman baik sebagai suami dari satu orang wanita. Tapi ada rasa cemburu dalam hatiku ketika memikirkan bagaimana kamu bermesraan dengan suami pertamamu, bagaimana kamu melayani suami pertamamu, bagaimana cintamu kamu bagi untukku dan untuknya, bagaimana waktumu kamu bagi untuknya dan untukku. Aku cemburu dan aku menangis meski aku sendiri tidak menolak memperistri kamu yang sudah punya suami. Ketika kamu pergi seperti sekarang kami berkumpul bersama, kembali aku memikirkan bagaimana ia bermesraan denganmu, bagaimana tangannya membelai wajahmu, tubuhmu, bagaimana bibirnya menciumimu, hatiku tidak bisa terima dan itu sangat menyakitkan. Naudzubillahimindzalik. (Ingatkan aku untuk menghapus ini setelah kamu membacanya)

7.30 PM

Maaf aku baru nulis husband’s diary sayang, hari ini aku menulis 2 puisi untukmu dan sudah aku posting di blog ini hehe. Satu puisi berjudul awan rindu aku bikin sejak kamis malam, dan yang berjudul puisi untuk istriku aku bikin 15 menit yang lalu. Suamimu ini memang bukan pujangga tapi semoga kamu suka dengan puisinya ya sayang haha. 

10.19 PM
Aku tadi pergi ke pasar malam santika honey, adek dan aku penasaran ada apa aja disana sampe serame itu. Aku pergi abis isya tadi, niat awalnya adek cuma mau beli paket data tapi karena ini hari jumat jadinya mampir sekalian deh ke pasar malam santika karna kan biasanya gak bakalan sempat kalo mau kesana, ini mumpung jumatnya libur. Gak ada yang menarik kalo menurutku, makanannya pun juga standar, mungkin karena udah gak semeriah dulu lagi waktu pertama kali. Trus karena kekecewaan dari sana aku pengen beli martabak bangka, eh sampe tempatnya malah tutup huhu. Dinda hari ini kegiatannya apa aja sayang? Aku sudah tidak sabar menanti hari selasa dan hari sabtu. Selamat istirahat istriku, semoga Allah selalu melindungimu, memberikanmu kekuatan, kesehatan, dan petunjuk dalam memilih jalan yang benar. Dan yang selalu aku doakan adalah semoga Allah menjaga kesucianmu dan aku, menjaga kehormatanmu dan aku, segala yang terbaik darimu hanya untukku dan segala yang terbaik dariku hanya diberikan untukmu, semoga Allah selalu meridhoi perjalanan cinta ini, memberikan karunia anak sholeh dan sholehah, menuntun kita untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah Aamiin YRA. Aku mencintaimu istri sholehahku. 

11.50 PM

Aku sungguh takut ikatan ini pecah jika kita tidak lagi saling memiliki rasa dan tentunya aku gak mau hal itu terjadi, Naudzubillahimindzalik, Audzubillahiminasyaitonirrojim, bantu aku menjaga ikatan suci yang telah kita ikat dengan ikrar ini, jadilah pasanganku selamanya, mari saling menjaga dan melayani dengan baik, aku ingin mencintaimu selamanya, jangan pernah kita nodai cinta ini. I love you

Post Navigation