Randhy Ichsan

Islam, Ekonomi, Indonesia

Pengalaman Berobat Sambil Berwisata di Melaka, Malaysia

Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di negeri yang menurut risalah masih serumpun dengan Indonesia, Malaysia. Tujuan utama saya berkunjung ke Malaysia saat itu adalah mengantarkan kedua orangtua saya berobat di Mahkota Medical Center (MMC). Rumah Sakit MMC terletak di Melaka dan beruntungnya Melaka adalah sebuah kota yang bergelar UNESCO World Heritage sejak tahun 2008. Jadi selepas berobat di MMC, saya berencana untuk mengajak kedua orangtua untuk jalan-jalan karena disini berbagai warisan dunia dapat dinikmati seperti Christ Curch, A’ Famosa, Museum Cheng Ho, dll.

Hari pertama tiba di Malaysia saat itu sudah sore, sekitar pukul 6.00pm waktu lokal, karena takut akan drop-nya kondisi orangtua yang tengah berjalan jauh, maka saya memutuskan ke Melaka menggunakan jasa taksi dari bandara LCCT. Waktu tempuh jika menggunakan taksi ke Melaka dari LCCT sekitar 2 jam, tapi jika menggunakan bus bisa mencapai 2-3 jam. Jika memutuskan naik bus sebaiknya menggunakan bus Transnasional yang langsung berhenti di depan MMC Melaka, jam keberangkatan bus dari LCCT-MMC adalah pukul 9.00am, 11.30am, 4.00pm, dan 9.00pm, sedangkan jam keberangkatan MMC-LCCT/KLIA adalah pukul 5.00am, 8.00am, 12.30pm, dan 2.30pm. Bus ini juga mengantarkan ke MMC dari KLIA dengan jam keberangkatan 15 menit setelah jam keberangkatan MMC-LCCT yaitu pukul 9.15am, 11.45am, 4.15pm, dan 9.15pm. Lokasi pembelian tiket bus Transnasional adalah di depan Arrival Hall, counter 2 di bandara LCCT, sedangkan di MCC, tiket bus tersedia di Bussiness Counter di Ground Floor MMC, dekat kantin. Untuk lokasi pick-up bus Transnasional jika di MMC adalah di pintu masuk belakang, jika di LCCT adalah di bus stop No. 7, sedangkan di KLIA adalah di platform 8.

Kami saat itu sampai di Melaka sekitar pukul 8.45pm dan langsung diantar menuju hotel The Trend Hotel. Hotel ini berada tak jauh dari MMC, tepatnya disamping MMC jadi tak perlu berjalan jauh untuk pergi ke MMC. Karena saya bertiga maka saya memilih Family Room. Oh ya, hotel ini sudah saya booking seminggu sebelum keberangkatan ke Melaka, kebetulan saat itu kantor pelayanan dan informasi MMC yang berada di kota kediaman saya yang membantu membookingkan melalui telpon. Harga hotel ini cukup terjangkau, untuk Family Room yang berisikan 3 orang dibanderol RM 127, tapi jika anda adalah pasien MMC/Pantai/Putra Hospital, anda akan diberikan diskon, saat itu kamar yang saya booking harganya menjadi RM 99 setelah di diskon. Proses booking melalui telpon cukup gampang, tinggal telp. dan bilang akan menginap kapan, nanti mereka akan merespon dengan baik dan mencatat data diri pemesan. Karena tanpa kode booking maka setelah sampai kita hanya tinggal sebut nama yang memesan dan berikan paspor yang nantinya akan mereka scan. Oh ya, karena untuk mendapatkan diskon, maka anda harus memperlihatkan kartu pasien, tapi karena saat itu orangtua saya belum mempunyai kartu pasien MMC, maka saya bilang baru pertama kali berobat dan belum memiliki kartu pasien, mereka pun memberikan kelonggaran bahwa besok siang sebelum jam 12.00am, saya harus balik ke hotel memperlihatkan kartu pasien kalau tidak maka akan dikenakan tarif normal. Fasilitas lainnya yang disediakan oleh The Trend Hotel antara lain adalah AC; Kamar Mandi Dalam; dan Air Minum dalam kemasan yang bisa diminta di resepsionis; serta TV. Tersedia hotspot dengan membayar RM 5. Mengenai kondisi kamar, saya memberikan nilai 88, yang kurang adalah free wifi, dan air panasnya yang terasa kurang hangat meski sudah dalam kondisi hot, selebihnya nyaman dan saya puas menginap disini.

Setelah selesai mengantarkan orangtua berobat di MMC, saya pun menyempatkan diri untuk berkeliling Melaka, beruntungnya situs warisan dunia ini berada tak jauh dari MMC, jadi tak perlu naik kendaraan bermotor untuk menuju ke tempat-tempat bersejarah tersebut. Saat itu saya berkunjung ke A’ Famosa, Gedung Stadthuys, Menara Tamingsari, dan Jonker Street, kincir air kesultanan Melayu Melaka yang terletak di Melaka River. Di Melaka River anda juga bisa menaiki perahu yang akan menyusuri Melaka River seperti di Venice. Sedangkan jika anda ingin melihat kota Melaka dari ketinggian 110 meter, anda bisa menaiki Menara Tamingsari yang bisa berputar 360 derajat, jadi anda bisa menyaksikan keseluruhan kota Melaka dari ketinggian secara 360 derajat. Saat itu saya naik waktu hari telah gelap, jadi yang tampak adalah pemandangan Melaka di waktu malam dengan lampu-lampu yang indah. Mungkin ada baiknya naik di waktu siang agar pengalaman menjelajah Melaka di ketinggian lebih terasa. Nah, bagi anda yang berkunjung ke Melaka di hari Jumat-Minggu, mungkin anda bisa menyempatkan datang ke Jonker Walk, tempat ini semacam pasar, namun yang dijual bukan lah ikan segar dsbnya, tempat ini menjual berbagai makanan, souvenir, dll.

Oh ya, selain dekat dengan objek wisata, MMC juga terletak dekat dengan pusat perbelanjaan yang mengitari MMC antara lain Mal Dataran Pahlawan, Mal Mahkota Parade, dan Hatten Square. MMC juga dikelilingi oleh hotel murah, seperti The Trend, Johan, T-Trend, dll. Untuk lokasi makan pun tak usah takut, disini banyak dijajakan makanan, bahkan ada restaurant 24 jam. Namun, ada baiknya setiap akan makan, tanyakan kehalalannya jika anda ragu.

Mengenai bagaimana fasilitas MMC, ini adalah RS yang telah dikelola secara profesional. Tepat jam 8.30am dokter akan datang masuk dalam ruang prakteknya (consulting room) dan kemudian akan keluar kembali menuju ruang rawat inap untuk memeriksa pasien rawat inap. Dokter akan kembali sekitar pukul 9.00am. Saya sarankan, datang di pagi hari, untuk anda yang pertama kali berobat di sini, datang lah pukul 7.00, lebih cepat dari itu lebih baik karena anda akan mengantri terlebih dahulu untuk melakukan registrasi dan biasanya antriannya panjang. Setelah melakukan registrasi, anda harus kembali mendaftar untuk konsultasi dengan dokter. Anda bisa mendaftar di ruang praktek dokter pada perawat disana, biasanya perawat akan datang pukul 8.20am. Perawat disini yang akan mencetak kartu pasien anda.

Di ruang konsultasi anda akan duduk disamping dokter, bukan didepan dokter seperti lazimnya di Indonesia, saya juga kurang tahu maksudnya apa. Di sini anda akan ditanyakan keluhan dan dokter akan mencatat semua keluhan anda dalam sebuah buku pasien khusus nama anda. Jika diperlukan maka anda akan disuruh melakukan pemeriksaan, seperti laboratory check, radiology, dll. Untuk mengantisipasi jika anda harus periksa darah, maka ada baiknya sebelum kedokter melakukan puasa dari jam 10 malam. Jika anda telah berpuasa dari jam 10 malam dan anda disuruh periksa darah, maka anda bisa langsung menuju laboratory, tapi jika anda tidak berpuasa pada malamnya, maka anda akan diminta untuk berpuasa dulu minimal 8 jam sebelum pemeriksaan darah, bisa jadi anda harus periksa darah keesokan harinya karena hal ini, maka agar pemeriksaan tuntas dalam 1 hari maka baiknya berpuasa terlebih dahulu sebelum esok paginya konsultasi dengan dokter.

Sekian dulu cerita mengenai pengalaman berobat dan jalan-jalan di Melaka, lain waktu akan saya sambung, semoga bermanfaat, dan mohon doa untuk kesehatan kedua orangtua saya :)

About these ads

Single Post Navigation

2 thoughts on “Pengalaman Berobat Sambil Berwisata di Melaka, Malaysia

  1. bungrandhy on said:

    Silahkan tinggalkan komentar untuk berbagi pengalaman atau dapat berkirim email di randhy@tri.blackberry.com atau abd.randhy@gmail.com :)

  2. tolong bahas soal berapa biaya-biayanya dong, tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.